Jujur saja, sebenarnya saya agak berat menuliskan bagaimana strategi menjual 1 kali dan untung ribuan kali ini karena takut akan dicontek dan menjadi saingan:).  Tapi karena rasa ingin berbagi ke pembaca setia khususnya bagi Anda yang sudah setia menjadi pelanggan newsletter, maka akan saya tuangkan saja dan mudah-mudahan bisa membawa manfaat.

Sebelumnya perlu difahami bahwa yang saya maksud strategi menjual 1 kali dan untung ribuan kali sebagaimana headline di atas bukan berarti hasil yang Anda peroleh bisa ribuan kali dengan sekali jual, melainkan headline di atas hanya kiasan saja yang pada intinya bisa menggandakan penjualan Anda dengan sekali jualan.

Yes Kawan, ketika kita menjalankan bisnis apalagi bisnis online yang notabene banyak dibantu media internet memang kita perlu bermain lebih kreatif dan produktif, sebab jika tidak demikian akan disayangkan sekali di satu sisi banyak orang bisa menjual lebih cepat dan banyak, eh kita kok malah merangkak.

Baiklah, jika sudah tidak sabar, silahkan simak uraian berikut bagaimana strategi menjual 1 kali dan untung ribuan kali ?


1. Menjual ke pemilik list yang tinggi
Tak dapat dipungkiri, mereka yang mempunyai list adalah tangan panjang Anda dalam rencana menjual dalam jumlah besar-besaran. Orang-orang seperti inilah yang bisa Anda tawari produk. Caranya adalah dengan melakukan joint venture marketing yang pada prinsipnya saling menguntungkan kedua belah pihak. Jika perlu, buat porsi lebih menguntungkan bagi partner JV Anda terutama jika tawaran Anda dirasa kurang menguntungkan baginya.

2. Menjual ke pemilik website yang kunjungannya ramai
Jika tadi ke pemilik list, maka yang kedua ini adalah ke pemilik website yang mempunyai trafik yang ramai. Teknik menjualnya adalah dengan membuat kesepakatan yaitu dengan memintanya memajang produk Anda di websitenya apabila terjadi penjualan maka pemilik website mendapat bagian.

3. Menjual dengan mengikuti sistem marketing yang kinclong
Cara menjual lain yang tak kalah dashyatnya adalah menjual dengan mengikuti sebuah sistem marketing, dalam hal ini bisa dicontohkan pada peluang bisnis alias bisnis ABE. Di mana jika Anda menjual 1 kali dan Anda mampu menularkan kemampuan menjual Anda yang kemudian Anda duplikasikan ke tim, maka itu bisa berdampak sangat ekstrem pada hasil bisnis Anda.

4. Menjual ke orang yang pandai menjual
Kalau yang ini sudah tidak perlu diterangkan lagi ya, namanya saja orang pandai menjual, walau dia tidak punya list banyak, walau tidak punya web yang ramai, ia tetap saja bisa menjual dalam jumlah di atas orang rata-rata entah dengan berbagai cara yang selama ini tidak terfikirkan oleh kita.

5. Menjual kepada orang yang punya banyak relasi
Anda bisa jumpai orang-orang seperti ini pada mereka yang mempunyai komunitas besar yang suka terhadap suatu minat tertentu, lebih-lebih komunitas tersebut sesuai dengan produk bisnis Anda. Atau bisa juga mereka yang mempunyai banyak temen di Facebook atau memiliki fans page dengan jumlah yang banyak. Intinya pada strategi menjual ini adalah orang-orang yang mempunyai banyak teman.

Sebenarnya menjadi seorang pekerja kantoran memang cukup nyaman, karena gaji bulanan akan membuat kita merasa aman dan terhindar dari kendala keuangan. Namun, rutinitas yang membosankan tentu harus dijalankan setiap hari untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang karyawan. Nah, agar tak terjebak dengan zona nyaman ala pekerja, mulailah mengumpulkan modal dan rencanakan alih profesi sebagai entrepreneur.
Entrepreneur tentunya memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada pekerja biasa. Kita harus menempa mental untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, disiplin dan inovatif. Buang jauh-jauh mental pekerja bila kita ingin menjadi entrepreneur yang sukses. Mental seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur?

1. Kita Bertanggung Jawab Untuk Segala Situasi dan Keputusan yang Diambil

Entrepreneur adalah sosok luar biasa yang punya kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang tadinya tak ada menjadi ada. Dulu saat jadi seorang pekerja, mungkn kita tinggal menjalankan semua tugas tanpa harus pusing berpikir baik buruknya kontribusi tugas tersebut untuk perusahaan. Mindset ini tentunya harus diubah, karena seorang entrepreneur tak hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan dirinya sendiri, tapi juga harus bertanggung jawab terhadap kesejahteraan usahanya atau bahkan kesejahteraan tim usaha.

2. Visi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Berjalan Seiringan

Seorang pekerja biasanya fokus kepada hal-hal yang bersifat jangka pendek saja. Namun entrepreneur harus membangun visi jangka pendek dan visi jangka panjang kemudian menjalankannya secara bersamaan. Jangan pernah bermalas-malasan untuk mewujudkan setiap visi dan ide brilian yang sudah terlintas di benak kita selama ini.

3. Jadikan “Ketidaknyamanan” Sebagai Zona Nyaman

Entrepreneur selalu dituntut untuk berpikir “out of the box”. Segala ide-ide baru yang liar serta keinginan untuk mewujudkannya harus dijalankan secara terencana agar bisa mendatangkan keuntungan dan reputasi yang baik bagi bisnis yang sedang dibangun. Keluarlah dari zona nyaman seorang pekerja, dan jadikan ketidaknyamanan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

4. Belajar adalah Perjalanan Tanpa Henti

Keterampilan spesifik biasanya dibutuhkan seorang pekerja untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya. Namun memilih menjadi seorang entrepreneur berarti memutuskan untuk melakukan proses pembelajaran seumur hidup. Karena sebuah bisnis tak dapat meraih tanpa proses pembelajaran yang dilakukan secara berkesinambungan. Belajar dari banyak hal akan membuat kita lebih aware terhadap perubahan situasi yang terjadi secara signifikan.

5. Pribadi yang Objektif dan Mencintai Usaha yang Dibangun

Kadangkala seorang pekerja harus berupaya menyelesaikan semua pekerjaan yang tidak ia sukai. Tapi saat seorang pekerja sudah bertransformasi sebagai entrepreneur, berarti entrepreneur tersebut sudah memilih bidang yang akan ia cintai. Lakukan segala cara yang objektif dan masuk akal untuk mulai memajukan bisnis yang dibangun dari nol.

6. Melanggar Aturan Bukanlah Hal Tabu Bagi Entrepreneur

Melanggar aturan kala bekerja dengan perusahaan lain bisa berujung pada pemecatan, tapi tidak demikian halnya dengan seorang entrepreneur. Mendobrak aturan dan kebiasaan-kebiasaan konvensional berarti mencari cara baru untuk memajukan bisnis secara positif. Menjadi eksentrik untuk mencapai kesuksesan ternyata sah-sah saja, selama hal tersebut halal dan tidak mengganggu hak serta kepentingan orang lain.

7. Dedikasikan Waktu yang Tak Terbatas

Eight to five, begitulah kira-kira jam kerja yang harus dipatuhi oleh pekerja. Menjadi entrepreneur berarti mengorbankan kebahagiaan ketika melihat angka 5 di jam tangan. Karena seorang entrepreneur membutuhkan waktu yang tak terbatas untuk membangun kesuksesan suatu bisnis. Carilah berbagai inovasi dalam keadaan yang rileks dan santai agar kita tak merasa terbebani dengan waktu yang sedang kita gunakan.

8. Mulai Dari Sekarang!

Banyak orang yang bingung kapan waktu yang tepat untuk keluar dari zona nyaman dan mulai bertransformasi jadi entrepreneur. Kuncinya hanya satu, yakni memulainya dari sekarang. Bila kita masih terikat pekerjaan dengan perusahaan, kita bisa merintis bisnis dengan bantuan keluarga dan orang-orang terdekat.
Tak ada entrepreneur yang langsung sukses ketika merintis bisnis. Semangat untuk maju dan dedikasi yang besar akan membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih positif. Kita tinggal meyakinkan diri sendiri untuk memilih dan menjalankan bisnis sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki.

Bingung ingin membuka usaha kuliner dan merasa membutuhkan contoh pengusaha sukses dari #bisnis kuliner? Lima orang pengusaha kuliner yang sukses di bawah ini mungkin dapat memberikan dorongan dan motivasi agar Anda mampu meraih sukses yang sama dengan mereka.

1. Rangga Umara dengan Lele Lela-nya

Rangga Umara pada awalnya tidak memiliki mimpi menjadi orang sukses dari usaha kuliner. Berawal dari gambaran ketakutan membayangkan istrinya diusir karena tidak mampu membayar kontrakan, Rangga mencoba membuka usaha pecel lele dengan nama Lele Lela. Brand ini merupakan singkatan dari Lele Lebih Laku. Melihat sudah banyak rumah makan yang memiliki menu pecel lele,
Rangga mencoba mengemas makanan ini menjadi lebih modern. Ide unik ini ternyata tidak sia-sia belaka karena makanan desa ini mulai disukai banyak orang. Hingga kini usaha yang dirintis sejak tahun 2006 tersebut sudah memiliki 50 outlet yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Tidak hanya itu, Rangga mulai membuka peluang di negara tetangga dengan membuka cabang di Malaysia dan Singapura. Rangga sosok pemuda yang tidak memiliki pekerjaan tetap, kini mampu meraup omset miliaran rupiah perbulannya.

2. Riezka Rahmatiana dengan JustMine-nya

Wanita muda satu ini adalah pendiri dari JustMine, sebuah waralaba yang menjual Pisang Ijo dari Makasar. Riezka yang lahir pada 26 Maret 1986 ini ternyata berasal dari Mataram, Nusa Tenggara Barat. Berangkat dari kecintaannya dengan makanan khas Makasar tersebut, Riezka mendirikan waralaba dengan brand JustMine, yang diilhami dari kata jasmine yang berarti bunga melati.
Bedanya Pisang Ijo yang ada di JustMine dengan yang lainnya adalah varian menu yang begitu beragam. Kini Riezka mampu menghabiskan 500 porsi Pisang Ijo setiap harinya dari satu outlet. Sebelum sukses menjadi pengusaha Pisang Ijo, Rieska pernah menggeluti usaha MLM, penjual pulsa dan juga bekerja di café. Tapi berbekal kemauan yang kuat dia mampu menjadi pengusaha muda yang dikenal banyak orang.

3. Victor Giovan Raihan dengan Teh Kempot-nya

Pengusaha makanan satu ini bisa dikatakan sebagai pengusaha muda terkaya. Dengan usianya yang masih 19 tahun, pria yang akrab disapa Giovan ini mampu meraup untung puluhan juta. Hebatnya lagi, Giovan pada saat menjalankan bisnisnya masih berstatus sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Kepanjen.
Teh Kempot hasil ciptaan Giovan ini adalah minuman cepat saji yang terbuat dari susu, cincau, buah dan sinom. Dari bahan-bahan itulah yang akhirnya tercipta teh yogurt yang diminati banyak orang. Kini Giovan sudah menjalankan 11 outlet dan 17 outlet yang dikelola oleh mitranya.

4. Reza Murhaliman dengan Kripik Maicih-nya

Pria yang setelah lulus dari SMA hanya bekerja serabutan ini kini mampu menjadi mahasisa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Maranatha Bandung dengan biayanya sendiri. Reza mampu membiayai kuliahnya sendiri setelah mampu membuka usaha kripik pedas dengan brand “Maicih”. Awal mula bisnisnya dimulai dari pertemuannya dengan seorang nenek yang memiliki resep membuat kripik pedas.
Dari sana Reza mencoba memasarkan kripik pedas dengan beberapa level itu dengan cara yang unik. Keripik Maicih tidak memiliki toko dan cara berjualannya berpindah-pindah. Tempat jualan untuk hari itu akan diumumkan di akun media sosial Twitter. Dengan trik unik ini, Reza mampu meraup keuntungan miliaran perbulannya.

5. Rizka Wahyu Romadhona dengan Lapis Bogor Sangkuriang-nya

Rizka Wahyu Romadhona memulai bisnis ini setelah dia mengalami kegagalan dala membuka usaha berdagang bakso. Sebelum memilih menjadi pengusaha bakso, pria ini pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka. Merasa bukan dunianya, Rizka Wahyu Romadhona akhirnya keluar dari pekerjaannya dan fokus membangun usaha bakso.
Setelah gagal dari usaha bakso, pria ini mulai mencoba keberutungannya dengan membutat kue lapis Bogor dengan brand Sangkuriang. Kue ini dibuat dengan bahan dasar talas yang berbeda dengan kue lapis lainnya. Dari cara unik inilah yang akhirnya membuat Rizka Wahyu Romadhona mampu meraup omzet hingga miliaran rupiah perbulannya.

Kesuksesan kelima pengusaha kuliner di atas, tidak datang dengan mudah. Ada perjuangan berat, jatuh bangun membangun usaha itu sebelum kesuksesan itu diraih.